setelah pemberitahuan dari kartu yang saya gunakan dimodem saya bahwa kuota kamu benar2 habis, akhirnya saya meniatkan untuk tidur jam 00.30an, pas mau tidur saya lumayan sak pipis, tapi karna ga terlalu, saya lanjut aja coba tidur biar nanti bisa terjaga skitar jam steng 2 ato jam steng 3 buat tahajut karna kalau pakai alrm hp biasanya kebablasan untuk lanjut tidur, dan setelah beberapa lama tidur,akhirnya sak pipisnya menjadi2 saya terjaga dan langsung kekamar mandi, lalu ambil udhu, dan sholat tahajut, dan setelah sholat saya mendengar krusuk2 diluar kamar, dan mambuat saya beranggapan, ini mamah tumben solat tahajut juga, biasanya ayah aja, dan ketika saya keluar dari kamar masih menggunakan sarung, ternyata benar, mamah menggunakan telekung sambil mengatakan "tumben sholat subuh tepat waktu" . saya :*matih* *idup lagi* dan berkata, "oh iya dong" *tampang paling so(k) cool sedunia* *langsung balik badan kekamar* . Oh ya, saya lupa kasih tau kalau jam dinding dikamar sedang mati, trus jam dihape ga sempat liat karna udah sak pipis, dan ternyata saya solat tahajut saat jam 5, huahahahahueeee, akhirnya setelah kembali kekamar saya melanjutkan solat subuh dengan tepat waktu, yeaaahh.
saya terjaga sekitar jam 10 siang, dan setalah mengingat kebodohan tadi pagi, saya melanjutkan untuk tidur lagi, karna ini hari libur yang membuat saya sedih, karna libur pemilu kali ini disaat saya tidak memiliki mata kuliah dikampus, benar2 libur yang tidak efisien.
setelah bangun hanya untuk sholat dan makan, akhirnya saya memulai aktivitas bersepeda sekitar jam 4 sore, ini akan sangat menyenangkan karna saya bersepeda lebih awal dari biasanya dan akan melewati rute yang lebih panjang dari biasanya, dan pastinya rute2 baru.
Cuaca lumayan bagus, album ost my girlfriend is gumiho udah di setting dengan repeat album, perjalan pun dimulai...
nah saat disimpang keris pattimura, hujan lebat sejadi2nya dan membuat saya berteduh dibawah pohon sekitar simpang itu, sambil dengerin lagu yang tadi, duduk menung kayak orang bodoh (aslinya ga pinter juga) ada beberapa teman lewat berhenti nyapa dan pergi, ada juga yang tabrakan dan itu tak jauh dari tempat saya duduk, walupun ga ada yang terluka parah, tapi dia yang salah membela diri untuk mengatakan orang lain yang salah, yah manusia seperti itulah, sibuk dengan kepentingan sendiri, dan itu mengingatkan saya ke pemilu saat ini, semua bisa terjadi kalau udah bahas politik, dan itu membuat saya golput 2 kali.
karena udah lumayan lama nunggu, dan hujan ga kunjung reda, saya mutuskan pulang dengan kehujanan, dan rute2 yang jauh tadi sirna gara2 miho nagis, hahahaa.
dan perjalanan pulang saya memutuskan untuk menggunakan rute baru biar agak mutar2 dikit, saya melewati rumah lama saya, kata ayah itu tanah milik nenek2 moyang kami dan itu telah dijual oleh saudara nenek. Banyak yang berubah di daerah itu, rumah2 yang baru jalan yang udah di aspal, tapi disana saya masih melihat beberapa rumah papan yang semenjak saya disana (saat lahir hingga umur 5 tahun) masih ada masih ada hingga sekrang, dan sebuah pohon jambu monyet yang ga pernah ditebang sejak dulu, tampat2 itu membuat longterm saya bekerja dengan bagus, semua seperti kembali ke masa2 saya tinggal disana, melihat anak2 yang tidak lagi saya kenal bermain seperti saya dengan teman2 disana dulu, ade kurniawan, ade dwi guntari, nina werdianti, anggi setiawan, miftah adi sucipoto. huah, yang terlintas disaat saya ngompol disuatu pagi, ternyata nina dan ade udah nunggu saya ngajak main, dan melihat saya mandi bugil karna mereka ikut melihat saya mandi supaya cepet2 selesai mandinya, dan belakangan saya baru menyadari ternyata mereka semua satu kelas dengan saya saat SD. Dan insiden lukanya jari saya karna motong putik kelapa pakai cutter karna berharap akan minum aer kelapa muda, dan mutar2 rumah karna ga mau di kasi obat daun pucuk ubi. Dikurung di kandang ayam karna dilarang main dengan teman2 dan dengan hebatnya saya bisa keluar, sampai mamah heran dan tidak sanggup melarang saya untuk pergi bermain, hingga kelahi dengan anggi karna dia anak paling nakal pada masa itu, dan banyak cerita lain yang menuliskan kisah saya disana hingga umur 5 tahun, bangunan2 dan pepohonan yang ga memiliki perubahan sejak saya tinggal disana dulu seolah berkata "sudah lama sekali kita tidak bertemu" dikehujanan, saya hanya bisa jawab dengan tersenyum haru, mungkin saat itu air mata saya keluar, namun disamarkan oleh air hujan yang berkucuran dari rambut saya. Dan semua itu membuat saya mendadak berpikir apa yang akan saya lakukan kalau saat2 itu benar2 kembali terjadi.
pernahkah terpikir olehmu
disaat lemari, meja komputer, kursi kayu, ataupun jendela kayu ini kembali keasalnya,
kapas bantal yang kembali ke batangnya lagi,
ke pohon mereka masing2
bukan saat pohon itu besar dan akan di tebang,
tapi disaat pohon itu baru tumbuh.
jika mereka berkata, dan ingin melakukan perubahan.
apakah yang dinginkannya?
mungkin ada pohon yang ingin mati ditempat mereka tumbuh
mungkin ada pohon yang ingin dipotong2 supaya lebih bermanfaat
mungkin ada pohon yang tidak ingin tumbuh menjadi sebuah pohon
kita tidak pernah tau apa yang dinginkan mereka,
dulu mereka tumbuh memiliki akar berteman cacing,
sekarang mereka memilki warna berteman komputer n keyboard
semua telah berubah,
hidup akan berubah,
apapun yang dinginkannya,
satu hal yang pasti,
disaat memikirkan ingin kembali kemasa itu
kita akan semakin jauh dari masa itu.
harimu ini adalah untuk harimu esok.
tidak ada yang salah dari masalalu kita,
mungkin cuman satu yang bisa kita salahkan
waktu
sebuah perputaran waktu
mengapa waktu itu ada,
mengapa waktu itu menjauh,
mengapa waktu itu sebuah waktu, bukan sebuah film yang bisa kita putar ulang.
dan biarlah waktu yang akan membayar kesalahannya
sehingga kita dapat bertemu dengan teman lama,
sedikit bercerita kisah lama yang mungkin mereka lupa
mungkin itu akan membuat kita tertarawa dengan mata berkaca
sebuah kenangan,
hanya kumpulan longterm yang harus kita bingkai dengan indah
asli ini sejenis puisi yang ga nyambung.
walaupun saya mungkin ingat hanya disaat umur 2-5 tahun, tapi banyak ingatan2 yang keluar di otak saya ketika melihat tempat2 lama itu, seperti yang saya rasakan sekarang, ingatan2 itu membuat saya tidak terlalu memperhatikan sudut kamar saya sekarang, tidak meperdulikan nyamannya kursi ini, dan kurang menghargai benda2 yang ada kamar ini hingga berdebu, mungkin jika suatu saat nanti saya pindah, saya akan merindukan tempat saya mengetik cerita ini.
wassalam.










