Seperti biasanya pagi tadi saya terbangun jam 6, seperti biasanya setelah solat subuh lanjut tidur, dan ternyata baru 15 mnt tidur ke 2 dibangunin sma mama, karna ternaya hari ini adalah hari RAYA IDUL ADHA, dan musti solat id, saya sedikit mengabaikannya pagi itu, dengan ngulet ngulet dikasur alhasil kami terlambat skitar 3 mnitan dan akhirnya kami solat dijalan bagian luar mesjid An-nur.
setibanya dirumah, ya seperti biasanya, maaf maafan dengan orang tua, seperti biasanya foto foto sedikit, seperti biasanya makan ketupat, seperti biasanya raya idul adha ni sedikit yg kerumah, seperti biasanya saya menjadi salah satu panitia kurban, dan seperti biasanya ada hal yang tidak biasaya di hari seperti biasanya, itu apa? mau tau? beneran mau tau? hhe
seperti biasanya saya datang terlambat ke mesjid, karna jika jadi panitia kurban saya selalu dibagian pemotong daging ataupun hati, karna selain ga musti terburu2 ke mesjid, bagian itu yang paling gampang, muehehehehe, namaun terlambat saya kali ini, bukan karna nunggu sapi siap di sembelih, tapi bersama dengan warga dekat rumah sedang asik mengasah pisau kesayangannya masing...
sebenarnya tidak ada ketetapan pasti untuk pembagian pengerjaan kurban ini, jadi bebas mau milih bagian apa saja, yang penting selesai, setiba disana saya melihat dari kejauhan bagian pemotong daging dan hati telah diisi oleh bebeberapa bapak2 yang mungkin usianya diatas 75 taun semua, dan saya anak muda yang keren ini merasa tertantang untuk mencoba bagian lain, baik, yang terlihat mudah selanjutnya adalah menguliti sapi, setelah satu sapi diselesai dikuliti dengan mudah (oleh orang lain, saya bantu dikit) dengan sombongnya saya merasa yakin bisa menguliti sapi yang lainnya sendiri, dan berhasil 2 sapi lainnya sobb, muahahahaha, bosan dengan keberhasilan ini, saya melihat mereka memotong bagian lengan kaki dan tangan dengan mudah ( yang saya pertanyakan emang ada ya lengan kaki atau lengan tangan? ) karna merasa telah tau tehniknya dan itu tidak membutuhkan kapak,bagian yg lumayan sulit di lengan kaki belakang tapi tehniknya cukup dengan mencari engselnya, dan itu tulang rawan dapat dipotong mudah dengan menggunakan pisau dapur yang saya bawa, tanpa pemanasan saya langsung mencoba di sapi yang lain yang tak terhiraukan, kalau dia masih idup mungkin dia akan nangis karna ga ada yang merhatiinnya setelah dikuliti, kasian banget lu sap,oke mulai dengan satu kaki depan, 2 kaki depan, dan 1 kaki belakang, nah, ketika mau memotong kaki kedua saya tidak menemukan engselnya sob, engsel lu mana sap? saya panik, setelah mencabik2 bagian daging di kaki sapi itu saya tetap ga menemukan engselnya, engsel, engsel, engsel, saya ulang biar terlihat dialah tersangaka dan penyebab semuanya, disaat menghancurkan daging disekitar engsel tersebut, sebenarnya dari tadi ada abg2 yang melihat dan ingin membantu saya dengan cara memotong kaki itu dengan menggunakan kapak, namun dengan sombongnya lagi saya katakan "ga perlu kapak bg, yg pentng dapat engselnya terlepas nih kaki si sap", dengan panik saya masih mencari2 dan akhirnya, sryaaaaaattt, bukan itu bukan engsel sapi, tapi jariiiiii telunjuk sayaaaaaa, ah, dan itu teriris sampai kehati eh, maksudnya hampir sampai ke engsel jari saya, pertama putih dan barulah darah muncrat dengan derasnya, mungkin kena urat jari juga kali ya, yang jelas kalau di kasi kenyamuk, bisa kenyang tu nyamuk satu kampung, saya langsung ke toilet buat bersihkan, saat saya di toilet, ga tau deh yang dibilang abg tu apa dengan abg2 yg lain yang mulai memotong kaki itu dengan kapak, mungkin saja dia bilang " tu bocah dari td gw bilang pake kapak dia malah nyolot nyari engsel, brasa mo gw bliin dia engsel pintu", huh, sialan lo sel, siel bner, yang jelas saya sekarang merasakan susahnya ngetik dengan 9 jari (aslinya 5, 4 masi figuran dan 1 lagi di opname), dan saya ga bakalan main biola seminggu kedepan (walau hanya pandai mainkan lagu happy bday aja), dan satu hal yang paling bikin saya menangis dalam hati ialah,dan ini sangat miris, saya ngupil bakal pake jari telunjuk kanan, telunjuk kanan sob, ah, sialan nasib nasib...
benar - benar hari yang tidak seperti biasanya,..
Happy iedul adha smuanya...^^
ps:kalau dapat ilmu banyak jangan sombong walaupun sedikit
info terkininya, sampai malam ini masih denyut2 euy,,,
dan tersayat pisau yang lumayan tajam tu ga sakit, tapi tunggu 1-2 menit setelah itu, selamat mencoba..
wuahahahaha.....makana jangan bernafsu jadi psikopat xixixix
BalasHapus