Saya kuliah di jurusan akuntansi, dimana hapalan dan penalaran logika sangat bemain disini, kalau eksperimen? jangan harap, kamu nanti bisa di cari kpk klo mecobanya disini, hhe. Saya bukanlah tipe mahasiswa yang rajin diluar jam kuliah, Saya memahami tentang perkuliahan hanya pada saat belajar mengajar berlangsung dan itu kalau ada dosennya. dari segi penalaran saya merasa lumayan unggul, tapi dari segi hapalan, saya tidak mengatakan tidak sanggup, tapi saya malas melatihnya, mengapa? sebenarnya banyak alasannya, namun sederhananya, hapalan materi yang musti dihapal itu adalah buatan manusia atau pemikiran manusia dan menurut saya itu tidak perlu dihapal tiap katanya, kamu cukup mengerti maksudnya. banyak dosen yang sependapat atau mungkin saya sependapat dengan dosen yang pernah mengatakannya, tapi tetap saja sistem yang mereka jalankan berbeda dengan pendapat mereka sendiri. jika tidak perlu dihapal mengapa ujian akuntansi harus closebook??
sederhananya gini, seperti jurnal pencatatan, kita secara tidaklangsung dipakasa untuk menghapal semua jurnal yang pada akhirnya akan terus berubah2 dari waktu kewaktu sesuai dengan perkembangan zaman, yang namanya buatan manusia itu tidak ada yang abadi pasti ada kesalahannya, ini sedikit melenceng tapi kenapa hapalan tentang ayat2 pendek atau sejenisnya tidak dimunculkan lagi diperkuliahan? mungkin pernah dimunculkan, tapi itu hanya disemester satu saja, apakah cukup samapai semester satu kita belajar agama? mungkin saya dibilang so(k) religi atau apa gitu, tapi ini yang sedang saya rasakan, dan saya termasuk orang yang malas baca diktat - diktat kuno pendapat manusia tentang ini lah itu lah apalagi yang berhubungan dengan akuntansi, sebenarnya kita cukup tau tanpa harus menghapalnya tiap kata karna tidak akan dapat apa2 dari sana, hanya sekedar, oh jadi itu yang berbeda setelah standart2 atau ketetapan2 itu direvisi, jika muncul kasus baru, dan muncul standart baru lagi, dan hapalan awal tadi = SIASIA, saya sempat berpikiran dosen ini hanya mau balas dendam dengan usaha waktu dia kuliah dulu, dia menghapal semuanya dan pas dia ngajar dia musti menghapal lagi karna jurnal lama telah diganti, dan seperti itu seterusnya, dan ini menurut saya kebodohan berantai..
saya juga pernah mendengar kata2 seorang dosen
" kalian harus terus belajar, dan jurnal itu memang tidak ada jalan lain, kalain harus menghapalnya, saya juga sampai sekarang seperti itu" "saya telah menjadi dosen akuntansi dan saya mau tidak mau telah menceburkan diri dalam jurnal2 seperti itu" disini pointnya, bukan menceburkan dirinya, tapi apakah harus jurnal yang diganti2 itu dihapal? yang penting paham bukan??
dosen lain
"jika kalian openbook kalian terlalu gampang menjawabnya" apakah tidak ada soal lain yang bisa dibuat dluar dari buku, seperti kasus, agar pengetahuan kami lebih walaupun nilainya jelek, tidak hanya mengeluarkan soal ujian yang pernah di ajarkan dan menghapal semua jurnal satu2 yang pernah beliau tulis dipapan. dan pada tahun berikutnya sistem pencatatan di ubah, dan sekali lagi hapalan itu SIA SIA. ada yang namanya ETAB, PSAK dan sekarang menggunakan IFRS, ga tau deh besok mau diganti apa lagi, munkin saja NOW mencatat semua kegiatan yang kita lakukan pada saat itu juga seperti pada saat ngupil, mengupil debet dan energi jari di kredit, dan sekali lagi kenapa standart2 itu semua harus dihapal??
barlajut ke ujian MID atau UAS, seperti yang saya katakan tadi saya bukan tipe yang mau belajar giat dluar jam kuliah bahkan kalau itu besoknya uas, mungkin saya begadang tapi bukan karna belajar tapi karna ga bisa tidur dan main game, saya mendapatkan pemahaman materi waktu dosen menerangkan 40% dan waktu ujian 60%, karna saya mempelajari dengan giat dan penuh keseriusan pada saat ujian tersebut berlangsung, selain itu underpreasure seperti itu yang biasanya buat peredaran darah di otak saya jadi meningkat, dan itulah waktu2 yang tepat untuk menganalisa, itu juga merupakan salah satu alasan saya tidak menyetujui closebook, dan kebiasaan saya ini yang hampir saya lakukan di semua mata kuliah, alhasil setelah teori habis saya mengumpulkan 5 c dan 2 D dan 1 E,
E yg saya dapat dari seorang dosen, yang pertanyaan ujiannyanya dari dikte2 yang dia berikan di setiap perkuliahan dan menyuruh menulis ulang pengertian2 yang di bilang oleh para pakar yang tidak boleh salah satu katapun. emang pakar2 ekonomi tu tuhan?
dan diktat2 kuno yang selalu dibawanya, mungkin dia tidak bisa ngajar jika kehilangan diktat itu, sempat saya berpikiran untuk mencuri diktat kunonya, tapi kasihan dianya jg,pasti dia kehilangan2 kata2 untuk di diktekan kemahasiswanya, trus dia nganggur, trus, masuk koran karna diberitakan bunuh diri. idealis yang tidak bisa dicontoh..
saya akan memberikan contoh dosen yang makul sama tapi sistem ujiannya berbeda, karna ini akan memengaruhi soal dan jawaban mahasiswa itu sendiri
1.dosen openbook
contoh soalnya : coba kamu jelaskan pengertian dari hukum bisnis menurut pendapat kamu!
disini kita dituntut untuk membaca pengertian dari pakar2 terdahulu, kita tarek kesimpulan, dan kita buat pengertian baru, semakin bagus pengertian kamu semakin bagus nilai yang kamu dapatkan, sangat menarik bukan??
2.dosen closebook
contoh soalnya: bagaimana pengertian hukum bisnis menurut si hantu bela u?
disni kita berusaha mengingat kata demi kata yang di buat oleh pakar si hantu bela u tersebut, karna jika salah satu kata, jawaban kita bisa di
terlihat perbedaannya??
sebenarnya ini sekedar share tentang ujian yang saya lakukan, tapi ini bisa dijadikan perbandingan antara ujian openbook dan closebook
berkut saya akan beri tips dan trik underground gimana caranya menghadapi mid jika kamu dihadapkan pada ujian tanpa belajar
ujian closebook
1. datang cepat untuk cari tempat duduk yang tepat, karna ini mempengaruhi nilai.
2. 60 mnt pertama baca ulang semua soal2 dan ingat2 kata2 dosen waktu ngajar dulu yang berhubungan dengan soal, perlihatkan wajah ke dosen, seolah2 kamu tau semua jawabannya, padahal cuman untuk lebih mengerti dengan soalnya, dan ini waktu2 tersulit untuk melakukan hal terlarang
3. 20 menit selanjutnya mulaihlah menulis2 coretan2 ga jelas dengan pensil, jika itu angka2 mulailah mencari angka2 yang dibutuhkan untuk menjawab soal, jika ada menanyakan jurnal pencatatannya, itu pikirkan belakangan.
4. 20 menit selanjutnya mulailah bertanya jurnal2 apa ygn musti di buat, kalau nyali besar, buka buku, atau kopian buku yang udah diperkecil
5. jika menyontek, pahami yang kamu contek, jangan segan2 kasih tau orang yang kamu contek jika menurut kamu itu tidak benar
6. 5 menit terakhir, ini waktu kamu bisa melakukan apa saja
jika siap, koreksi lagi jawabanmu, gunakan logika, jangan lagi percaya contekanmu,
jika belum siap, jangan pikir panjang, contek sampai habis dan semampumu,
pertemuan selanjutnya, liat hasil jawaban dengan membandingkan kata2 dibuku.
apakah kegiatan seperti ini yang harus kit... hmm maaf saya lakukan jika jurnal itu harus dihapal??
coba bandingkan dengan segelintir dosen yang membuat metode openbook
1. datang pas dosen tiba, ga perlu mikir duduk dimana, depan dosenpun jadi, kadang kita terlihat sedang main catur dengan dosen jika terjadi saat2 seperti itu.
2. 30 menit pertama pahami semua soal, dan ingat kembali pembahasan2nya
3. 30 menit selanjutnya cari angka2 yang yang dibutuhkan sambil liat buku
4. 40 menit selanjutnya, cari jurnal yang berhubungan di buku. jika tidak menemukan , ingat2 dan pahami lagi konsep yang pernah diberikan dosen kemarin.
5. 5 menit terkahir, sama seperti diatas, kamu bisa melakukan apa saja,
jika siap silahkan joget2, nari2 india sambil nyalamin dosen yang cerdas tersebut, hhe ga deh,
koreksi jawaban melalui berdiskusi dengan teman sebelahmu, jika kamu yakin salah, ubah secepatnya, jika yakin benar, jangan penah melihat jawaban orang lan, intinya keyakinan..
dan indahnya pada saat pertemuan selanjutnya dosen memberikan penjelasan terhadap ujian yang sebagian belum pernah diajarkannya, atau tidak ada dibuku, saya merasakan experience saya bertambah pada saat itu.
disisi lain, ada dosen yang pernah berkata "didunia kerja kamu tidak perlu lagi menghapal jurnal2 itu karna sudah banyak software2 yang menyediakan jurnalnya, tugas kamu hanya mengimput angkanya saja" ga tau mau bilang apa pada saat dosen berkata seperti ini..
dan sedikit cerita tenatang hari ini, tadi saya menjawab soal mid yang diberikan dosen semalam, ya, soalnya bisa dibawa pulang, sebanyak 8 soal, jam 6 sore tadi jawabannya harus dikumpul, selesai mengerjakan soal bersama sambil memahami semua jawaban pada jam 1,tapi kami tidak menemukan jawaban nomor 7, itu tidak ada dibuku, dan teman2 yang saya ketahui mengambil matakuliah yang sama tidak menemukan jawabannya..
ini hal yang paling suka saya lakukan, memahami soal tersulit disaaat mereka menyerah, dan soal itu saya baca berulang2 hingga jam 4 sore, banyak asumsi yang saya dapatkan untuk jawabannya, namun jawaban saya masih belum bulat,dari jam1 hingga jam 4 sore itu saya juga tidak segan2 bertanya caranya kepada senior maupun junior, tapi sepertinya kurang beruntung pada saat itu, karna tidak ada yang mengerti dan mencoba untuk mengerti terhadap pertanyaan no. 7 ini. pada jam stengah 5 anak2 yg lain udah mau mengumpulkan jawaban, dan kami langsung pinjam untuk menyontek jawaban no 7, dan disini kebahagiaan tak terhingga saya temui, saya menemukan pencerahan untuk menjawab jawaban dari no7. dan orang yg saya contek telah menitipkan jawabannya ke kami, saya yakin dia kurang tepat, tapi langkah awal yg dibuatnya yang tidak terpikirkan oleh saya dari tadi dan itu yang saya butuhkan, setelah membuat dengan pemahaman sendiri dari konsep2 yg saya baca diibuku, saya selesai menjawabnya, dan teman2 yang masih mengerjakan tidak percaya dengan jawaban saya dan mencontek punya teman lain, setelah saya cek dengan jawaban yang lain, jawaban no.7 saya tidak ada sama satupun dengan mereka, hahahahaa.. saya tidak peduli benar atau salah, saya hanya yakin dengan jawaban saya, dan saya bahagia dengan hasil kerja keras saya sendiri bagaimanapun hasilnya nanti, dan itu berasa nahan kentut dari jam 1 tadi, lalu pada jam 5 semua kentut itu keluar tuuuuuuuuuuuuuttt, huah saya jarang merasakan lega seperti ini..






