setelah berada disana, banyak perbedaan yang saya temukan dengan pekanbaru, rindang dengan pohon besar, lebih padat, dan banyak cewek - cewek cantiknya, hahahaa,,,
saya hampir mengunjungi semua tempat penting disana, kecuali gedung satenya, saya melupakannya (re: tidak sempat), mungkin karna hanya melihat gedung dengan tusukan sate di atasnya, tidak membuat saya terlalu tertarik untuk kesana (alibi). dan ini hasil liburan ga jelas saya..
![]() | ||||
| adu tampan dengan ganesha |
![]() |
| you know where :p |
udah segitu aja deh, hhe
ketika disana entah mengapa naluri membuat puisi saya menjadi menggebu - gebu seperti kubah mau rubuh, dengan mengadopsi kata - kata dari buku catatan soe hok gie, saya mengkamuflase menjadi alur sebuah puisi, yang saya beri judul.
"manisku..."
di saat kita bertemu
apakah kau masih berbicara selembut dahulu
apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap
kau dekaplah lebih dekat,
lebih mesra
dan apakah kau akan berkata?
"masih ku dengar detak jantungmu"
manisku,,
aku akan jalan terus
membawa kenangan kenangan dan harapan harapan
bersama hidup yang begitu ungu
aku ingin mati disisimu, manisku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu syetanpun tau
mari sini sayangku
kamu yang mungkin pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegaklah kelangit luas atau awan yang mendung
kita tidak pernah menanamkan apa apa, kita tak'kan pernah kehilangan apa apa
aku tidak tahu mengapa, aku merasa agak melancholic malam ini,
mungkin karna terlalu banyak tidur siang
aku melihat lampu lampu kerucut dan arus lalu lintas dago dengan warna warna yg baru
seolah - olah semuanya diterjemahkan dalam suatu kombinasi wajah kemanusiaan
setiap wanita yang kulihat dari belakang, seolah akan menerjemahkan wajahmu
semua terasa mesra tapi kosong
seolah olah saya merasa diri saya lepas
dan bayangan bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan jalan
perasaan sayang yang amat menguasai saya
saya ingin memberikan suatu rasa cinta pada semua manusia
anjing anjing dijalanan, mungkin pula pada semua muanya
dan saya merasa menyatu dengan denyut hidup yang manusiawi disini
susana aneh ini masih saya alami terus menerus
waktu saya menyusuri jalan mencari jalan tempat pertemuan
akh, aneh sekali rasanya malam ini, manisku,,
dan perasaan ini bukan lah sesuatu yang sering terjadi,,,,
***
entah karna alasana apa, pada saat itu saya merasakannya...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar