sebelum langit sore berubah merah,
anak-anak riang bermain di tepi sungai.
saling berkejaran dan lepas tertawa.
kubayangkan aku dan kau, dua di antara mereka.
aku lelaki kecil yang sangat peragu,
kau gadis mungil yang hangat tapi pemalu.
ketika tiba giliranku mengejar, aku sengaja
mengejarmu namun berusaha tak menangkapmu.
aku membiarkan kau menjauh dari anak-anak lain.
di sebuah jarak, saat kau jatuh di ujung ombak
aku menangkapmu. aku menatap dua matamu,
kau menunduk menatap pantulan wajahku di air.
anak-anak lain menertawai kita. wajah kita merah
seperti senja yang sebentar lagi tiba.
cintaku, sesederhana itu jika kau tau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar